A. Pengertian Kecerdasan Buatan (AI)
Kecerdasan
Buatan adalah salah satu cabang Ilmu pengetahuan berhubungan dengan pemanfaatan
mesin untuk memecahkan persoalan yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi.
Hal Ini biasanya dilakukan dengan mengikuti/mencontoh karakteristik dan analogi
berpikir dari kecerdasan/Inteligensia manusia, dan menerapkannya sebagai
algoritma yang dikenal oleh komputer. Dengan suatu pendekatan yang kurang lebih
fleksibel dan efisien dapat diambil tergantung dari keperluan, yang mempengaruhi
bagaimana wujud dari perilaku kecerdasan buatan.
1. Definisi AI menurut para ahli
Menurut beberapa
ahli kecerdasan buatan didefinisikan sebagai berikut : Menurut H.A.Simon [1987]
[6]: ”Kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan kawasan
penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman computer
untuk melakukan hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas”.
Menurut
Rich and knight [1991] [6] : “Kecerdasan buatan (artificial intelligence)
merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat computer melakukan hal-hal
yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia”.
Menurut
Encyclopedia Britannica [6] : “Kecerdasan buatan (artificial intelligence)
merupakan cabang ilmu computer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih
banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses
informasi kecerdasan berdasarkan metode heuristic atau berdasarkan sejumlah
aturan”.
2. Tujuan AI
- membuat mesin menjadi lebih pintar (tujuan utama).
- memahami apa itu kecerdasan buatan (tujuan ilmiah).
- membuat mesin menjadi lebih bermanfaat (tujuan enterpreunirial).
Era Komputer Elektronik (1941)
Pada tahun 1941 telah ditemukan alat
penyimpanan dan pemrosesan informasi. Penemuan tersebut dinamakan
komputer elektronik yang dikembangkan di USA dan Jerman. Komputer
pertama ini memerlukan ruangan yang luas dan ruang AC yang terpisah.
Saat itu komputer melibatkan konfigurasi ribuan kabel untuk menjalankan
suatu program. Hal ini sangat merepotkan para programmer.
Pada tahun 1949, berhasil dibuat komputer
yang mampu menyimpan program sehingga membuat pekerjaan untuk
memasukkan program menjadi lebih mudah. Penemuan ini menjadi dasar
pengembangan program yang mengarah ke AI.
Masa Persiapan AI (1943 – 1956)
Pada tahun 1943, Warren McCulloch dan
Walter Pitt mengemukakan tiga hal : pengetahuan fisiologi dasar dan
fungsi sel syaraf dalam otak, analisa formal tentang logika proposisi,
dan teori komputasi Turing. Mereka berhasil membuat suatu model sel
syaraf tiruan di mana setiap sel syaraf digambarkan sebagai ‘on’ dan
‘off’. Mereka menunjukkan bahwa setiap fungsi dapat dihitung dengan
suatu jaringan sel syaraf dan bahwa semua hubungan logis dapat
diimplementasikan dengan struktur jaringan yang sederhana.
Pada tahun 1950, Nobert Wiener membuat
penelitian mengenai prinsip-prinsip teori feedback. Contoh yang terkenal
adalah thermostat. Penemuan ini juga merupakan awal dari perkembangan
AI.
Pada tahun 1956, John McCarthy meyakinkan
Minsky, Claude Shannon dan Nathaniel Rochester untuk membantunya
melakukan penelitian dalam bidan Otomata, Jaringan Syaraf dan
pembelajaran intelijensia. Mereka mengerjakan proyek ini selama 2 bulan
di Dartsmouth. Hasilnya adalah program yang mampu berpikir non-numerik
dan menyelesaikan masalah pemikira, yang dinamakan Principia
Mathematica. Hal ini menjadikan McCarthy disebut sebagai Father of AI
(Bapak AI).
Awal Perkembangan AI (1952 – 1969)
Pada tahun-tahun pertama perkembangannya,
AI mengalami banyak kesuksesan. Diawali dengan kesuksesan Newell dan
Simon dengan ssebuah program yang disebut General Problem Solver.
Program ini dirancang untuk memulai penyelesaian masalah secara
manusiawi.
Pada tahun 1958, McCarthy di MIT AI Lab
Memo No.1 mendefinisikan bahasa pemrograman tingkat tinggi yaiyu LISP,
yang sekarang mendominasi pembuatan program-pogram AI. Kemudian,
McCarthy membuat program yang dinamakan Programs with Common Sense. Di
dalam program tersebut, dibuat rancangan untuk menggunakan pengetahuan
dalam mencari solusi.
Pada tahun 1959, Nathaniel Rochester dari
IBM dan mahasiswa-mahasiswanya mengeluarkan program AI yaitu Geometry
Theorm Prover. Program ini dapat mengeluarkan suatu teorema menggunakan
aksioma-aksioma yang ada.
Pada tahun 1963, program yang dibuat James Slagle mampu menyelesaikan masalah integral tertutup untuk mata kuliah Kalkulus.
Pada tahun 1986, program analogi buatan Tom Evan menyelesaikan masalah analogi geometris yang ada pada tes IQ.
Perkembangan AI Melambat (1966 – 1974)
Perkembangan AI melambat disebabkan adanya 3 kesulitan utama yang dihadapi AI, yaitu :
- Program-program AI yang bermunculan hanya mengandung sedikit atau bahkan tidak mengandung sama sekali pengetahuan (knowledge) pada subjeknya. Programm-program AI berhasil hanya karena manipulasi sederhana. Sebagai contoh adalah Weizenbaum’s ELIZA program (1965) yang dapat melakukan percakapan serius pada berbagai topic, sebenarnya hanyalah peminjaman manipulasi kalimat-kalimat yang diketikkan manusia.
- Banyak masalah yang harus diselesaikan oleh AI.
- Ada beberapa batasan pada struktur dasar yang digunakan untuk menghasilkan perilaku intelijensia.
Sistem Berbasis Pengetahuan (1969 – 1979)
Pengetahuan adalah kekuatan pendukung AI.
Hal ini dibuktikan dengan program yang dibuat oleh Ed Feingenbaum,
Bruce Buchanan dan Joshua Lederberg yang membuat program untuk
memecahkan masalah struktur molekul dari informasi yang didapatkan dari
spectrometer massa. Program ini dinamakan Dendral Programs yang berfokus
pada segi pengetahuan kimia. Dari segi diagnose medis juga sudah ada
yang menemukannya, yaitu Sau Amarel dalam proyek Computer in
Biomedicine. Proyek ini diawali keinginan untuk mendapatkan diagnose
penyakit berdasarkan pengetahuan yang ada pada mekanisme penyebab proses
penyakit.
AI Menjadi Sebuah Industri (1980 – 1988)
Industrialisasi AI diawali dengan
ditemukannya system pakar yang dinamakan R1 yang mampu mengkonfigurasi
system-sistem computer baru. Program tersebut mulai dioperasikan di
Digital Equipment Corporation (DEC), McDermott, pada tahun 1982.
Pada tahun 1986, R1 telah berhasil menghemat US$ 40 juta per tahun.
Pada tahun 1988, kelompok AI di DEC
menjalankan 40 sistem pakar. Hampir semua perusahaan besar di USA
mempunyai divisi AI. Sehingga perusahaan yang sejak tahun 1982 hanya
menghasilkan beberapa juta US dolar per tahun meningkat menjadi 2 milyar
US dolar per tahun pada tahun 1988.
Kembalinya Jaringan Syaraf Tiruan (1986 – sekarang)
Meskipun bidang ilmu computer menolak
jaringan syaraf tiruan setelah diterbitkannya buku “Perceptrons”
karangan Minsky dan Papert, tetapi para ilmuwan masih mempelajari bidang
ilmu tersebut dari sudut pandang yang lain yaitu fisika. Para ahli
fisika seperti Hopfield (1982) menggunakan teknik-teknik mekanika
statistika untuk menganalisa sifat-sifat pentimpanan dan optimasi pada
jaringan syaraf. Para ahli psikologi, David Rumelhart dan Geoff Hinton,
melanjutkan penelitian mengenai model jaringan syaraf tiruan pada
memori.
Pada tahun 1985-an setidaknya empat
kelompok riset menemukan kembali algoritma belajar propagasi balik
(Black-Propagation Learning). Algoritma ini berhasil diimplementasikan
ke dalam bidang ilmu computer dan psikologi.
Sumber :
1. Penjelasan Dosen PIB
2. Wikipedia
Sumber :
1. Penjelasan Dosen PIB
2. Wikipedia
- Era komputer elektronik (1941)
Pada tahun 1941 telah ditemukan alat penyimpanan dan pemrosesan
informasi. Penemuan tersebut dinamakan komputer elektronik yang
dikembangkan di USA dan Jerman. Komputer pertama ini memerlukan ruangan
yang luas da ruang AC yang terpisah. Saat itu komputer melibatkan
konfigurasi ribuan kabel untuk menjalankan suatu program. Hal ini sangat
merepotkan para programmer. Pada tahun 1949, berhasil dibuat komputer
yang mampu menyimpan program sehingga membuat pekerjaan untuk memasukkan
program menjadi lebih mudah. Penemuan ini menjadi dasar pengembangan
program yang mengarah ke AI.
- Masa persiapan AI (1943-1956)
Pada tahun 1943, Warren McCulloch dan Walter Pitts mengemukakan tiga
hal: pengetahuan fisiologi dasar dan fungsi sel syaraf dalam otak,
analisis formal tentang logika proposisi, dan teori komputasi Turing.
Mereka berhasil membuat suatu model syaraf tiruan di mana setiap neuron
digambarkan sebagai ‘on’ dan ‘off’. Mereka menunjukkan bahwa setiap
fungsi dapat dihitung dengan suatu jaringan sel syaraf dan bahwa semua
hubungan logis dapat diimplementasikan dengan struktur jaringan yang
sederhana.
Pada tahun 1950, Norbert Wiener membuat penelitian mengenai
prinsip-prinsip teori feedback. Contoh terkenal adalah thermostat.
Penemuan ini juga merupakan awal dari perkembangan AI. Pada tahun 1956,
John McCarthy (yang setelah lulus dari Priceton kemudian melanjutkan ke
Darthmouth College) meyakinkan Minsky, Claude Shannon, dan Nathaniel
Rochester untuk membantunya melakukan penelitian dalam bidang automata,
jaringan syaraf, dan pembelajaran intelijensia. Mereka mengerjakan
proyek ini selama 2 bulan di Dartmouth. Hasilnya adalah program yang
mampu berpikir non-numerik dan menyelesaikan masalah pemikiran, yang
dinamakan Principia Mathematica. Hal ini menjadikan McCarthy disebut
sebagai father of Artificial Intelligence.
- Awal perkembangan (1952-1969)
Pada tahun-tahun pertama perkembangannyam Ai mengalami banyak
kesuksesan. Diawali dengan kesuksesan Newell dan Simon dengan sebuah
program yang disebut general problem solver. Program ini dirancang untuk
memulai penyelesaian masalah secara manusiawi. Pada tahun 1958,
McCarthy di MIT AI Lab Memo No 1 mendefinisikan bahasa pemrograman
tingkat tinggi yaitu LISP, yang sekarang mendominasi pembuatan
program-program AI. Kemudian, McCarthy membuat program yang dinamakan
programs with common sense. Di dalam program tersebut, dibuat rancangan
untuk menggunakan pengetahuan dalam mencari solusi.
Pada tahun 1959, Nathaniel Rochester dari IBM dan para mahasiswanya
mengeluarkan program AI yaitu geometry theorm prover. Program ini dapat
mebuktikan suatu teorema menggunakan axioma-axioma yang ada. Pad atahun
1963, program yang dibuat James Slagle mampu menyelesaikan masalah
integral tertutup untuk mata kuliah Kalkulus. Pada tahun 1968, program
analogi buatan Tom Evan menyelesaikan masalah analogi geometri yang ada
pada tes IQ.
- See more at: http://hujan-hitam.blogspot.com/2010/11/sejarah-kecerdasan-buatan.html#sthash.19kActiL.dpuf
Era komputer elektronik (1941)
Pada tahun 1941 telah ditemukan alat penyimpanan dan pemrosesan
informasi. Penemuan tersebut dinamakan komputer elektronik yang
dikembangkan di USA dan Jerman. Komputer pertama ini memerlukan ruangan
yang luas da ruang AC yang terpisah. Saat itu komputer melibatkan
konfigurasi ribuan kabel untuk menjalankan suatu program. Hal ini sangat
merepotkan para programmer. Pada tahun 1949, berhasil dibuat komputer
yang mampu menyimpan program sehingga membuat pekerjaan untuk memasukkan
program menjadi lebih mudah. Penemuan ini menjadi dasar pengembangan
program yang mengarah ke AI.
Era komputer elektronik (1941)
Pada tahun 1941 telah ditemukan alat penyimpanan dan pemrosesan
informasi. Penemuan tersebut dinamakan komputer elektronik yang
dikembangkan di USA dan Jerman. Komputer pertama ini memerlukan ruangan
yang luas da ruang AC yang terpisah. Saat itu komputer melibatkan
konfigurasi ribuan kabel untuk menjalankan suatu program. Hal ini sangat
merepotkan para programmer. Pada tahun 1949, berhasil dibuat komputer
yang mampu menyimpan program sehingga membuat pekerjaan untuk memasukkan
program menjadi lebih mudah. Penemuan ini menjadi dasar pengembangan
program yang mengarah ke AI.
- See more at: http://hujan-hitam.blogspot.com/2010/11/sejarah-kecerdasan-buatan.html#sthash.19kActiL.dpuf
Era komputer elektronik (1941)
Pada tahun 1941 telah ditemukan alat penyimpanan dan pemrosesan
informasi. Penemuan tersebut dinamakan komputer elektronik yang
dikembangkan di USA dan Jerman. Komputer pertama ini memerlukan ruangan
yang luas da ruang AC yang terpisah. Saat itu komputer melibatkan
konfigurasi ribuan kabel untuk menjalankan suatu program. Hal ini sangat
merepotkan para programmer. Pada tahun 1949, berhasil dibuat komputer
yang mampu menyimpan program sehingga membuat pekerjaan untuk memasukkan
program menjadi lebih mudah. Penemuan ini menjadi dasar pengembangan
program yang mengarah ke AI.
- See more at: http://hujan-hitam.blogspot.com/2010/11/sejarah-kecerdasan-buatan.html#sthash.19kActiL.dpuf
- Era komputer elektronik (1941)
Pada tahun 1941 telah ditemukan alat penyimpanan dan pemrosesan
informasi. Penemuan tersebut dinamakan komputer elektronik yang
dikembangkan di USA dan Jerman. Komputer pertama ini memerlukan ruangan
yang luas da ruang AC yang terpisah. Saat itu komputer melibatkan
konfigurasi ribuan kabel untuk menjalankan suatu program. Hal ini sangat
merepotkan para programmer. Pada tahun 1949, berhasil dibuat komputer
yang mampu menyimpan program sehingga membuat pekerjaan untuk memasukkan
program menjadi lebih mudah. Penemuan ini menjadi dasar pengembangan
program yang mengarah ke AI.
- Masa persiapan AI (1943-1956)
Pada tahun 1943, Warren McCulloch dan Walter Pitts mengemukakan tiga
hal: pengetahuan fisiologi dasar dan fungsi sel syaraf dalam otak,
analisis formal tentang logika proposisi, dan teori komputasi Turing.
Mereka berhasil membuat suatu model syaraf tiruan di mana setiap neuron
digambarkan sebagai ‘on’ dan ‘off’. Mereka menunjukkan bahwa setiap
fungsi dapat dihitung dengan suatu jaringan sel syaraf dan bahwa semua
hubungan logis dapat diimplementasikan dengan struktur jaringan yang
sederhana.
Pada tahun 1950, Norbert Wiener membuat penelitian mengenai
prinsip-prinsip teori feedback. Contoh terkenal adalah thermostat.
Penemuan ini juga merupakan awal dari perkembangan AI. Pada tahun 1956,
John McCarthy (yang setelah lulus dari Priceton kemudian melanjutkan ke
Darthmouth College) meyakinkan Minsky, Claude Shannon, dan Nathaniel
Rochester untuk membantunya melakukan penelitian dalam bidang automata,
jaringan syaraf, dan pembelajaran intelijensia. Mereka mengerjakan
proyek ini selama 2 bulan di Dartmouth. Hasilnya adalah program yang
mampu berpikir non-numerik dan menyelesaikan masalah pemikiran, yang
dinamakan Principia Mathematica. Hal ini menjadikan McCarthy disebut
sebagai father of Artificial Intelligence.
- Awal perkembangan (1952-1969)
Pada tahun-tahun pertama perkembangannyam Ai mengalami banyak
kesuksesan. Diawali dengan kesuksesan Newell dan Simon dengan sebuah
program yang disebut general problem solver. Program ini dirancang untuk
memulai penyelesaian masalah secara manusiawi. Pada tahun 1958,
McCarthy di MIT AI Lab Memo No 1 mendefinisikan bahasa pemrograman
tingkat tinggi yaitu LISP, yang sekarang mendominasi pembuatan
program-program AI. Kemudian, McCarthy membuat program yang dinamakan
programs with common sense. Di dalam program tersebut, dibuat rancangan
untuk menggunakan pengetahuan dalam mencari solusi.
Pada tahun 1959, Nathaniel Rochester dari IBM dan para mahasiswanya
mengeluarkan program AI yaitu geometry theorm prover. Program ini dapat
mebuktikan suatu teorema menggunakan axioma-axioma yang ada. Pad atahun
1963, program yang dibuat James Slagle mampu menyelesaikan masalah
integral tertutup untuk mata kuliah Kalkulus. Pada tahun 1968, program
analogi buatan Tom Evan menyelesaikan masalah analogi geometri yang ada
pada tes IQ.
- See more at: http://hujan-hitam.blogspot.com/2010/11/sejarah-kecerdasan-buatan.html#sthash.19kActiL.dpuf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar